![]() |
Pintu masuk Kebun Raya Bogor |
Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari"samida" (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi 1474 - 1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan unutk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih-benih kayu yang langka. Disamping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk pada Kesultanan Banten, hingga Gubernur yang mendiami istana BogorJendral van der Cappelen mebangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad -18.
![]() |
Monumen Reinwart |
Pada 18 mei 1817 Gubernur Jendral G.A.G. van der Cappellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama 's Lands Plantetuin te Buitenzorg yang pelaksananannya dibantu oleh Prof Reinwardt (Jerman) serta James Hooper dan W. Kent (dari kebun Botani Kew yang terlkenal di Inggris). Sekitar 47 hektare tanah di sekitar Istana Bogor dan bekas samida dijadikan lahan pertama untuk kebun botani. Reinwart menjadi pengarah pertamanya sampai tahun 1822. Pada masa itu diperkirakan sekitar 900 tanaman hidup ditanam di kebun tersebut.
Pendirian Kebun Raya Bogor bisa dikatakan mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884) dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894)
Setelah kemerdekaan, tahun 1949 "Slands Plantentiun te Buintenzorg" berganti nama menjadi Jawatan Penyelidikan Alam, kemudian menjadi Lembaga Pusat Penelitian Alam (LLPA) dipimpin dan dikelola oleh bangsa Indonesia. Direktur LPPA pertama adalah Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo. Pada waktu itu LPPA mempunyai 6 anak lembaga,Bibliotheca Bogoriensis, Herbarium Bogoriensis, Hortus Botanicus Bogoriensis, Treub Laboratorium, Museum Zoologicum Bogoriensis dan Laboratorium Penyelidikan Laut.
Kebun Raya Bogor sepanjang perjalann sejarahnya mempunyai berbagai nama dan julukan seperti : 's Lands Plantentuin, Syokubutzuer (zaman pendudukan Jepang), Botanical Garden of Buitenzorg, Botanical Garden of Indonesia, Kebun Gede dan Kebun Jodoh.
dari berbagai sumber..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagi semua pembaca silakan memberikan komentar atau pertanyaan yang berkaitan dengan blog ini. Terimakasih.