Rabu, 14 Maret 2012

Tips : Memilih dan membeli anggrek

Sahabat Anggrek-ist, adakalanya anggrek yang baru saja kita beli beberapa waktu kemudian menunjukkan gejala akan mati. Wah, sedih sekali tentunya.. Bisa jadi ini karena kita kurang berhati-hati saat memilih dan membeli anggrek tersebut. Nah, untuk menghindari kejadian tersebut berikut ada beberapa tips yang mungkin bisa bermanfaat untuk sahabat :

1. Tentukan dulu jenis anggrek yang akan kita beli. Tentunya dengan melihat kondisi rumah tempat kita akan menempatkannya. Apakah rumah kita terletak di dataran tinggi atau dataran rendah. Anggrek akan tumbuh optimal jika ia ditempatkan sesuai dengan kondisi di habitat aslinya. (Baca "Jendela" bulan ini)

2. Pilihlah anggrek yang sehat. Ditandai dengan daunnya yang tampak segar mengkilat. Tidak layu atau kusam. Akarnya tampak sehat dan banyak. Hindari memilih tanaman yang terdapat bercak kuning atau coklat di daun atau batangnya, karena kemungkinan besar tanaman ini terkena penyakit.

3. Untuk anggrek dengan type sympodial, pilihlah anggrek yang memiliki batang (pseudobulb) yang padat, gemuk dan banyak. Batang yang padat dan gemuk menunjukkan bahwa anggrek ini tercukupi kebutuhan air dan nutrisinya. Sedang pseudobulb yang banyak memungkinkan anggrek dapat menghasilkan tangkai bunga yang lebih banyak, serta memberikan tunas-tunas baru yang juga lebih banyak. Hindari memilih anggrek yang batangnya berkerut atau menciut, karena kemungkinan anggrek ini bermasalah dengan proses penyerapan air.

4. Untuk anggrek yang sedang berbunga, pilihlah anggrek yang memiliki bunga yang tampak segar dan banyak. Tangkai bunga panjang, utuh dan tidak terpotong, serta tak ada kuntum bunga yang layu. Jika memungkinkan, carilah yang memiliki bekas tangkai bunga yang banyak, karena ini menunjukkan bahwa anggrek tersebut produktif untuk berbunga.

5. Periksalah media tanam anggrek tersebut. Apakah anggrek tertanam cukup kokoh disana. Karena bisa jadi anggrek baru saja dipindahkan atau dalam proses repotting, sehingga akar-akarnya belum menyatu dengan media. Periksa juga apakah ada hama seperti keong kecil, semut atau serangga lainnya yang bisa membahayakan tanaman.

6. Untuk anggrek yang masih baby (bibit) , lihatlah perkembangan akar dan daunnya. Anggrek yang memiliki pertumbuhan sehat, akarnya gemuk, banyak dan mengkilat. Daun anggrek kedua memiliki besar minimal 2 kali dari daun pertama.

7. Khusus unutk anggrek species, bacalah dulu literatur tentang anggrek tersebut. Dengan mengenal lingkungan hidup atau habitat asli serta sifat dan karakteristik anggrek tersebut, akan lebih memudahkan kita untuk merawatnya, dan tentunya harapan melihat bunganya bermekaran tidak hanya menjadi angan-angan..

Selamat memilih dan membeli anggrek....

Foto : Dendrobium hybrid, koleksi pribadi


1 komentar:

Bagi semua pembaca silakan memberikan komentar atau pertanyaan yang berkaitan dengan blog ini. Terimakasih.